Tak Pernah Terduga...

Senin, 08 Oktober 2012 by Yogi S. Harjanto

Every Tearsdrop is waterfall-ColdPlay itu masih beralun indah di tape mobilku. Sambil bernyanyi lirih mengikuti irama nadanya, kuinjak pedal gas dalam petualanganku malam ini.  Bersama seorang kawan lama yang duduk tenang disampingku. Kami akan pergi menuju kota sebelah…

Yah, kami sedang mendapatkan panggilan tes kerja di sebuah PT milik Negara. Sebuah Persero kawakan yang pasti sudah semua orang kenal, namun masih saja dipandang sebelah mata. Perusahaan surat menyurat yang saat ini bersaing dalam jasa bursa pengiriman barang. Bahkan untuk tetap eksis, sekmentasi jasa penyimpanan uang dan jasa pembayaran tagihan pun Ia ambil.

Tak pernah aku membayangkan jika suatu saat aku akan menggunakan seragam kuning ala tukang parkir dengan label burung berwarna putih di dada. Mungkin aku adalah bagian dari orang-orang yang mendiskreditkannya. Atau mungkin di satu sisi, aku punya impian yang lebih tinggi untuk dicapai.

Tapi bagiku, saat ini hal apapun adalah peluang. Peruntungan itu datang karena usaha, bukan hanya berdiam diri. Coba-coba dan coba… Siapa tau gayung bersambut, setidaknya aku gagal setelah usaha, bukan semata-mata karena berdiam diri.

Coba ku berfikir untuk mengambil apapun yang ada di depan mata. Meski itu dikata tanpa tujuan. Biarlah. Dulu aku terlalu fokus oleh tujuanku, dan ketika hal itu tidak tercapai terbuanglah waktu sia-sia. Kali ini, biarlah aku jalani apapun yang ada di depan mata. Tak perlu berfikir panjang, karena, sulit membedakan antara “pengecut” dan “selektif”.


***

Kembali pada perjalananku di malam ini, jalanan begitu riuh oleh truk-truk dan beberapa bus malam. Padat, merayap, dan menjemukan. Sesekali suara kantuk muncul di perjalanan yang begitu lambat…

Dihidupkanlah korek api oleh temanku tadi, dan segera kunyalakan sebatang rokok untuk mengusir kantuk yang tiba tanpa diminta. Namanya Bayu, pria berpawakan tinggi besar, sedikit lebih gemuk dariku. Parasnya mirip seorang designer kawakan Ivan Gunawan, meski aku sangat berharap seleranya masih tetap pada wanita. Karena nanti aku harus bermalam bersamanya dalam satu ruangan.  Hahaha…

Tak pernah ku sangka akan ada dia di sini malam ini, tak pernah. Beberapa tahun kami tak bertemu, hilang kontak, mengudara di jejaring sosialpun hampir tak pernah saling sapa. Dulu pun kami bukan kawan dekat, hingga diantara kami memang jarang ada urusan satu sama lain.

Tapi ini nyata, saat ini kami bersama, berjuang untuk satu tujuan yaitu mencoba peruntungan. Hal yang tak kusangka-sangka, malam kemarin di komen-nya status Facebook ku, dan kita ,mulai berbincang-bincang lewat chat di Facebook.

Singkat cerita, akhirnya kami sepakat berangkat bersama. Dia urus penginapan dan satu sisi, aku handle  masalah transportasi. Kesamaan nasib dan tujuan akhirnya membuat kami bekerjasama.

***

Beginilah hidup, fikirku. Tak pernah terduga, tak pernah tertebak. “Manusia hanya bisa berencana, namun hasil itu ada di tangan Yang Kuasa”, mungkin andagium itu ada benarnya juga.

Masa depan adalah misteri, hal absurd yang bahkan tak bisa kita pastikan 100%. Kita, sebagai manusia yang berfikir, hanya bisa merencanakan dan menghadapinya. Merencanakan untuk membuat sebuah impian, konsep, demi sebuah tujuan. Menghadapinya untuk merealisasikannya, mewujudkannya, setidaknya menjalaninya ketika hal itu tak sesuai yang kita harapkan.

Seperti halnya aku malam ini, mungkin… Yang tak pernah bermimpi dan berkeinginan menjadi bagian di Perusahaan itu, atau bahkan berfikir untuk berjumpa dengan temanku tadi. Tak sama sekali…
!

Posted in | 0 Comments »

0 komentar:

Posting Komentar

bad_surya106@yahoo.com. Diberdayakan oleh Blogger.